
Jakarta, 31 Juli 2026 – Universitas Respati Indonesia (URINDO) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat melalui peluncuran SAPA NETRA (Support, Advokasi, dan Pendidikan Aksesibel bagi Ibu Tunanetra dalam Menyusui). Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PMP DIKTI SAINTEK 2026) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI).
SAPA NETRA lahir sebagai respons terhadap masih terbatasnya akses informasi kesehatan dan media pembelajaran yang ramah bagi penyandang disabilitas netra, khususnya ibu menyusui. Selama ini, sebagian besar edukasi menyusui masih disampaikan melalui media visual, seperti poster dan leaflet, sementara pendampingan dengan metode rabaan taktil yang sesuai dengan kebutuhan ibu tunanetra masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pelaksana SAPA NETRA, Kusmayra Ambarwati, M.Kes, bersama anggota tim Dr. Ns. Thika Marliana, M.Kep., Sp.Kep.J dan Yuna Trisuci Aprillia, SST., M.Kes, menjelaskan bahwa menyusui merupakan hak dasar setiap ibu dan anak yang harus didukung tanpa adanya diskriminasi.
“Keterbatasan penglihatan tidak boleh membatasi hak seorang ibu untuk merawat dan memberikan ASI bagi bayinya secara mandiri dan bermartabat. Melalui SAPA NETRA, kami ingin mengubah hambatan informasi visual menjadi gerakan pemberdayaan berbasis komunitas melalui peer counseling (konseling sebaya),” ujar Kusmayra Ambarwati.
Program SAPA NETRA dikembangkan melalui tiga pilar utama, yaitu Support, Advokasi, dan Pendidikan Aksesibel. Pilar Support berfokus pada pendampingan emosional, psikososial, dan teknis menyusui melalui pembentukan kader Peer Counselor. Pilar Advokasi bertujuan mengawal terpenuhinya hak ibu tunanetra untuk memperoleh layanan kesehatan yang inklusif dan bebas diskriminasi. Sementara itu, pilar Pendidikan Aksesibel menghadirkan berbagai media pembelajaran ramah disabilitas, seperti modul audio digital, buku panduan Braille, dan Konseling Kit Taktil yang membantu proses pembelajaran teknik menyusui secara mandiri.
Peluncuran program yang dilaksanakan secara daring ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Respati Indonesia dan dihadiri oleh jajaran pimpinan URINDO, Agatha Febriany Anjarsari, S.S. selaku Ketua I Bidang Advokasi dan Kerja Sama DPP PERTUNI, serta praktisi laktasi dr. Utami Roesli, IBCLC, FABM, Sp.A. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, dan praktisi kesehatan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih inklusif.
Peluncuran SAPA NETRA menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan menjelang peringatan World Breastfeeding Week yang diperingati setiap tanggal 1–7 Agustus. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat jejaring dukungan bagi seluruh ibu menyusui, termasuk ibu penyandang disabilitas netra, agar memperoleh kesempatan yang setara dalam memberikan ASI kepada buah hatinya.
Dalam implementasinya, SAPA NETRA akan dilaksanakan dengan metode hybrid, yaitu dua sesi pembelajaran daring dan satu sesi lokakarya luring yang dijadwalkan pada 8 Agustus 2026 di Jakarta. Melalui skema Training of Trainers (ToT), kader-kader PERTUNI yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi pendamping bagi ibu tunanetra di berbagai daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat program, meningkatkan kepercayaan diri ibu tunanetra dalam menyusui, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan upaya pencegahan stunting di Indonesia.
Melalui SAPA NETRA, Universitas Respati Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat. Sejalan dengan visi URINDO menjadi Universitas Entrepreneur dan Ramah Lansia yang Diakui secara Internasional Tahun 2033, SAPA NETRA diharapkan mampu menjadi inspirasi lahirnya berbagai inovasi pengabdian yang menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, aksesibilitas, dan keberlanjutan.
(Sumber : Humas)

