Jakarta (30/7/2026), Universitas Respati Indonesia (URINDO) melepas tiga mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026 pada Kamis, 30 Juli 2026. Mengusung tema “Bangkik Basamo Mambangun Nagari”, program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat. Ketiga mahasiswa tersubyt berasal dari Program Stdui Agroteknologi, Fakultas Pertania.

Tiga mahasiswa yang mewakili URINDO dalam program tersebut adalah Ludi Muhdiana, Yohanes Alfianus Dolu, dan M. Hafizh Sayyifu Sunnah serta satu orang Dosen Pendamping Lapangan, Ir. Siti M. Solohah, M.Si.

Para mahasiswa bersama dosen pendamping menuju Universitas Budi Luhur (UBL) sebagai titik keberangkatan peserta dari Jakarta. Para peserta bermalam di kampus UBL sebelum berangkat menuju Sumatra Barat pada Jumat dini hari, 31 Juli 2026.

Kedatangan rombongan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, M.Kom., yang juga merupakan Guru Besar bidang Sistem Cerdas untuk Krisis dan Kebencanaan. Turut hadir menyambut para delegasi perguruan tinggi, Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., serta Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A.

Dalam sambutannya, Prof. Agus menegaskan bahwa kolaborasi antarkonsorsium menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan KKN Tematik tahun ini.

“Inilah yang menjadi keunikan kegiatan ini, yaitu kerja sama antara LLDIKTI III dan LLDIKTI X. Ini menunjukkan semangat gotong royong sekaligus membuktikan bahwa persoalan suatu daerah, apalagi bangsa, tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi, semuanya dapat diselesaikan dengan lebih baik dan lebih berdampak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengingatkan para mahasiswa agar menjaga kesehatan, keselamatan, serta mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat selama menjalankan KKN.

“Yang pertama adalah jaga kesehatan. Kalau sudah sakit, tidak bisa mengimplementasikan apa yang dipikirkan. Kedua, tetap harus makan, jangan bilang, ‘Aduh, tidak selera makan’, jangan,” ujarnya sambil berbagi pengalaman ketika menjalani KKN.

Ia juga mengingatkan bahwa lokasi pengabdian merupakan wilayah yang pernah terdampak bencana sehingga mahasiswa perlu memiliki empati dan mampu membaur dengan masyarakat.

(Sumber : Humas)

PELEPASAN MAHASISWA : KKN TEMATIK 2026 KOLABORASI LLDIKTI WILAYAH III DAN LLDIKTI WILAYAH X
Open chat
1
CS
Hallo, Butuh bantuan kami ?