
Seminar “Berkenalan dengan Artificial Intelligence” diselenggarakan sebagai bentuk inisiatif akademik dalam memperkenalkan konsep kecerdasan buatan kepada mahasiswa dan sivitas akademika. Acara ini dibuka dengan penuh semangat oleh Rania Septia Ananda Safitri selaku Master of Ceremony (MC), yang membawakan suasana menjadi hidup dan antusias. Seminar ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi kemahasiswaan, yang diwakili oleh Nur Firli Aulia selaku Ketua BEM, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkan AI secara bijak dalam mendukung pengembangan diri serta inovasi di masa depan.
Dalam sesi sambutan resmi, Ramadhani Ulansari, S.Kom., M.T selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi AI menjadi salah satu kompetensi kunci di era digital, sejalan dengan visi fakultas untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global. Beliau juga menekankan pentingnya membangun pemahaman AI yang tidak hanya teknis, tetapi juga beretika dan berpihak pada kemanusiaan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Yeny Sulistyowati, SKM, M.Si.Med, Wakil Rektor Akademik, yang menegaskan bahwa AI harus menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di lingkungan perguruan tinggi.
Sebagai puncak acara, Fransiscus Asisi Ricky Bayu Styanto, S.Kom., M.Kom tampil sebagai pembicara utama dengan materi yang menarik dan mudah dipahami. Beliau menguraikan tentang konsep dasar Artificial Intelligence, aplikasinya di berbagai sektor, serta potensi dan tantangan yang perlu diantisipasi ke depan. Dengan penyampaian yang komunikatif dan interaktif, seminar ini berhasil membangkitkan rasa ingin tahu peserta dan membuka wawasan baru tentang bagaimana AI dapat menjadi alat yang powerful untuk menciptakan solusi kreatif dan inovatif. Diharapkan, melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengenal AI secara teoritis, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

