Jakarta, URINDO.ac.id – Universitas Respati Indonesia (URINDO) melalui Program Studi Magister Administrasi Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berkolaborasi dengan Universitas Islam Makassar (UIM) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk The RISE Project (Resilient & Innovative Student Entrepreneurs) yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat URINDO Skema Nasional Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan mahasiswa BEM URINDO serta HUMANIS Universitas Islam Makassar. Mengusung tema “Pemberdayaan Mahasiswa BEM URINDO dan HUMANIS Universitas Islam Makassar Melalui Inovasi Bisnis, Digital Marketing, dan Sustainable Startup,” The RISE Project menjadi ruang kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas daerah dalam memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa melalui inovasi, pengelolaan bisnis, transformasi digital, dan pengembangan usaha berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Dr. Nurminingsih, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan bahwa The RISE Project dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penyampaian materi, tetapi sebagai proses pemberdayaan yang mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam mengembangkan gagasan, memahami peluang, serta menerapkan pengetahuan dalam praktik bisnis. Dalam sambutannya, Kepala LPPM Universitas Respati Indonesia, Dr. Thika Maliana, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J., menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan yang berangkat dari persoalan nyata. Menurutnya, sebuah ide bisnis seharusnya tidak hanya dimulai dari keinginan untuk menjual produk, tetapi dari kemampuan melihat masalah yang dapat diselesaikan. “Mulailah dengan melihat masalah apa yang dapat kita selesaikan. Dari sana, pikirkan bagaimana sebuah ide dapat menciptakan nilai bagi orang lain sekaligus menghasilkan pendapatan,” pesannya kepada para mahasiswa. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa inovasi dan kewirausahaan memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat dan mengubah permasalahan menjadi peluang. Sebuah ide memiliki nilai ketika mampu memberikan solusi, menciptakan manfaat, dan dikembangkan menjadi model usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar, Dr. Nahdiana, S.Sos., M.Si., mengajak mahasiswa untuk lebih produktif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi pengguna media sosial yang menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas scrolling tanpa menghasilkan nilai tambah. “Mahasiswa jangan hanya sibuk scrolling media sosial. Teknologi dan media digital harus dimanfaatkan secara produktif, salah satunya untuk membangun dan mengembangkan bisnis,” pesannya. Ia mendorong mahasiswa untuk mengubah cara pandang terhadap teknologi digital, dari sekadar sarana konsumsi informasi dan hiburan menjadi instrumen produktif untuk mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan menciptakan peluang usaha. Pesan tersebut sejalan dengan semangat The RISE Project yang mendorong mahasiswa agar mampu melihat teknologi digital bukan hanya sebagai ruang interaksi, tetapi juga sebagai sarana penciptaan nilai ekonomi.Dua pesan tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan The RISE Project, yaitu mendorong mahasiswa untuk melihat masalah sebagai peluang untuk menciptakan solusi sekaligus memanfaatkan teknologi digital secara produktif dalam menciptakan nilai dan peluang bisnis.

Rangkaian pembelajaran dalam The RISE Project kemudian disusun secara terintegrasi, mulai dari pengembangan ide bisnis hingga penyusunan strategi keberlanjutan usaha. Pada sesi INNOVATE, Dr. Nurminingsih, S.Sos., M.Si. menyampaikan materi “Inovasi Produk dan Business Model Canvas (BMC): Mengubah Ide Menjadi Peluang Bisnis.” Mahasiswa diperkenalkan pada proses mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan konsumen, melihat peluang, serta menerjemahkan gagasan menjadi model bisnis yang lebih sistematis. Selanjutnya, pada sesi MANAGE, Dr. Tina Rosa, S.Sos., M.M., M.Si. menyampaikan materi “Administrasi Bisnis dan Perhitungan HPP: Membangun Tata Kelola Rintisan Usaha yang Profesional.” Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi bisnis dan perhitungan Harga Pokok Produksi sebagai dasar pengelolaan usaha dan pengambilan keputusan bisnis.

Penguatan identitas usaha disampaikan pada sesi BRAND oleh Dr. Prihandono, S.Sos., M.Si. melalui materi “Digital Branding: Membangun Identitas dan Nilai Brand Rintisan Bisnis Mahasiswa.” Peserta diajak memahami bahwa pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga membutuhkan identitas dan nilai merek yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Sementara itu, pada sesi GROW, Dr. Titus Indrajaya, S.E., M.M. membahas “Strategi Promosi dan Growth Hacking Pemasaran Digital untuk Rintisan Bisnis Mahasiswa.” Materi tersebut memberikan wawasan mengenai pemanfaatan strategi promosi dan kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar dan mendorong pertumbuhan usaha.

Pada sesi DIGITALIZE, Ernawati, S.ST., M.Si. menyampaikan materi “Optimalisasi Toko Online dan E-Commerce untuk Pengembangan Pasar Bisnis Mahasiswa,” yang mengarahkan mahasiswa untuk memahami pemanfaatan teknologi dan platform digital sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis. Sebagai penguatan pada tahap akhir, Dinni Agustin, S.Pd., M.Kesos. menyampaikan materi “Roadmap Sustainable Student Startup: Dari Ide Menuju Bisnis Berkelanjutan,” yang memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai tahapan pengembangan usaha agar gagasan yang dimiliki tidak berhenti pada tahap konseptual, tetapi dapat berkembang menjadi rintisan bisnis yang memiliki arah dan keberlanjutan.

Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan The RISE Project adalah keterlibatan aktif mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi menjadi subjek dalam proses pembelajaran dan pemberdayaan. Selain mengikuti pemaparan materi, mahasiswa BEM URINDO dan HUMANIS UIM terlibat dalam diskusi, tanya jawab, pengembangan gagasan, serta praktik inovasi bisnis melalui penyusunan Business Model Canvas (BMC). Melalui sesi RISE Business Challenge, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi peluang, memahami kebutuhan calon konsumen, menentukan nilai yang ditawarkan, serta menyusun rancangan model bisnis berdasarkan ide yang dikembangkan. Proses tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan konseptual dengan praktik nyata, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Pendekatan ini sejalan dengan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menempatkan capaian kompetensi sebagai orientasi utama pembelajaran. Dalam pendekatan OBE, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur berdasarkan materi yang telah disampaikan, tetapi juga berdasarkan kemampuan yang mampu ditunjukkan peserta setelah mengikuti proses pembelajaran. The RISE Project mengintegrasikan proses pemberian pengetahuan, diskusi, praktik, pengembangan gagasan, umpan balik, dan evaluasi. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berada pada tahap memahami konsep atau knowing, tetapi didorong menuju tahap doing, yaitu kemampuan menerapkan pengetahuan dalam merancang solusi dan mengembangkan peluang bisnis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kontekstualisasi capaian pembelajaran pada tingkat universitas, fakultas, dan program studi. Pada tingkat universitas, kegiatan mendukung penguatan karakter lulusan yang adaptif, kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, dan mampu menghadapi perubahan sosial, ekonomi, serta teknologi. Pada tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kegiatan memberikan ruang penerapan keilmuan melalui analisis peluang, pengelolaan usaha, pengambilan keputusan, dan pengembangan strategi bisnis. Sementara pada tingkat Program Studi Magister Administrasi Bisnis, kegiatan ini menjadi wahana aktualisasi kompetensi dalam inovasi bisnis, administrasi usaha, pengelolaan biaya, branding, pemasaran digital, e-commerce, dan pengembangan bisnis berkelanjutan.

Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, Tim PkM melaksanakan evaluasi melalui pre-test, post-test, sesi tanya jawab, diskusi, dan pengamatan terhadap keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Pre-test dilakukan untuk memetakan pemahaman awal mahasiswa mengenai inovasi bisnis, administrasi usaha, branding, pemasaran digital, e-commerce, dan bisnis berkelanjutan. Sementara post-test dilakukan untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dari orientasi pembelajaran berbasis outcome karena kegiatan tidak hanya berfokus pada terlaksananya program, tetapi juga pada perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta setelah mengikuti proses pemberdayaan.

Pelaksanaan The RISE Project juga melibatkan berbagai unsur sivitas akademika URINDO. Selain dosen sebagai pelaksana dan narasumber, kegiatan turut melibatkan mahasiswa Pascasarjana dan tenaga kependidikan dalam mendukung pelaksanaan program. Keterlibatan mahasiswa Pascasarjana memberikan pengalaman langsung dalam implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, kerja sama, pendampingan, dan pengelolaan kegiatan. Sementara tenaga kependidikan turut memberikan dukungan dalam aspek koordinasi, administrasi, dokumentasi, dan kelancaran operasional kegiatan.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem akademik yang partisipatif dalam mendukung keberhasilan program institusi. Keterlibatan aktif seluruh unsur sivitas akademika juga memiliki relevansi dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) URINDO, khususnya dalam penguatan kompetensi mahasiswa, keterlibatan sivitas akademika dalam pelaksanaan Tridarma, pembelajaran kontekstual, serta pengembangan jejaring kerja sama lintas perguruan tinggi.

Kolaborasi dalam The RISE Project diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan PkM. Sebagai tindak lanjut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Respati Indonesia (FEB URINDO) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar (FIDIP UIM) akan menjajaki pelaksanaan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai landasan penguatan kerja sama kelembagaan. Rencana kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kuliah tamu, seminar, publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta program kewirausahaan. Melalui The RISE Project, kolaborasi antara URINDO dan UIM tidak hanya menghasilkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran kolaboratif lintas kampus dan lintas daerah. Kegiatan ini menjadi wujud integrasi antara pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan capaian pembelajaran mahasiswa, keterlibatan aktif sivitas akademika, pencapaian IKU dan IKT, serta pengembangan kemitraan antarperguruan tinggi yang berkelanjutan.

URINDO dan UIM Perkuat Kompetensi Kewirausahaan Mahasiswa melalui The RISE Project
Open chat
1
CS
Hallo, Butuh bantuan kami ?